Hamasah di Jalan Da'wah
PERJALANAN DAKWAH MASIH PANJANG. SALAH SATU FAKTORYANG MEMBUAT KITA DAPAT BERTAHAN DAN TERUS EKSIS DI JALAN DAKWAH ADALAH HAMASAH (SEMANGAT) DAN IRADAH (KEHENDAK) KUAT YANG TERTANAM DALAM JIWA .
Jama'ah Penuh Berkah
Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah antara qiyadah dan jundiyah menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.
Bekerja Untuk Indonesia
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (9:105)
Inilah Jalan Kami
Katakanlah: "Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". (12:108)
Biduk Kebersamaan
Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Adakah di antara kita yang tersayat atau terluka ? Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari tabiat jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti, maju dan terus maju , bersatu padu enyahkan rintangan , Maju PKS untuk membangun negrimu. Maju Pks Cibugel.
Rabu, Januari 08, 2014
Dua Tuntutan di Mihwar Muasasi
1/08/2014 08:21:00 AM
PKS Cibugel
Rabu, Desember 18, 2013
Hari ini, Gubernur Jabar Raih Tiga Penghargaan Sekaligus
12/18/2013 12:50:00 PM
PKS Cibugel
Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan hari ini Rabu (18-12-2013) akan meraih tiga penghargaan sekaligus. Total penghargaan yang diterima Heryawan dari Presiden RI atau pemerintah pusat dan lembaga nasional serta internasional sejak menjabat 2008 mencapai 132.
Kepala Biro (Karo) Hubungan Masyarakat dan Protokol Pemerintah Provinsi Jawa Barat Rudi Gandakusuma menyatakan tiga award tersebut adalah Anugerah Parahita Ekapraya 2013, Adiupaya Puritama 2013 kategori peringkat pertama Pembina Pemerintah Kabupaten, dan Adiupaya Puritama kategori posisi terbaik Pembina Pemerintah Kota Menengah/Kecil.
Selain itu, gubernur muda ini juga mengantongi penghargaan Adiupaya Puritama 2013 kategori peringkat kedua Pembina Pemerintah Kota Metropolitan/Besar.
Anugerah Parahita Ekapraya 2013 diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara Puncak Peringatan Hari Ibu Ke-85/2013 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, siang ini.
Penghargaan Parahita Ekapraya diberikan kepada tokoh yang berjasa pada pemberdayaan kaum perempuan umumnya, dan ibu khususnya, serta kepedulian kuat pada upaya pengejawantahan kesetaraan gender.
"Anugerah satu ini memiliki nilai khusus karena pemberdayaan perempuan aspek utama lahirnya tunas muda unggul, selain mereka bagian terbesar penduduk," Rudi menambahkan.
Sementara penghargaan Adiupaya Puritama akan diserahkam oleh Menteri Perumahan Rakyat Djan Fariz juga di Jakarta, malam nanti.
Karo Humas Jawa Barat menjelaskan, award ini berkaitan dengan kepemimpinan seorang kepala negara dalam mewujudkan program pembangunan perumahan bagi masyarakat luas.
Dalam sebulan terakhir, Gubernur Heryawan mengantongi sejumlah penghargaan prestisius yang berhubungan langsung dengan kebutuhan utama masyarakat kebanyakan, khususnya lapisan bawah.
Penghargaan itu antara lain Adhi Karya Pangan Nusantara 2013. Apresiasi yang juga diterima Heryawan pada 2013 ini berkaitan dengan kerja mempertahankan posisi Jawa Barat sebagai penyangga utama ketahanan pangan nasional.
Gubernur Heryawan juga diganjar beberapa penghargaan dalam bidang pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dari Menteri Pekerjaan Umum. Penghargaan Pekerjaan Umum ini strategis karena infrastruktur menjadi salah satu faktor utama bergeraknya roda perekonomian masyarakat atau daerah.
Rudi juga mengungkapkan, penghargaan bidang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) untuk belanja barang/jasa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Penghargaan kategori terbaik kali kelima ini diterima Gubernur Jawa Barat. LPSE berkaitan langsung dengan upaya pencegahan korupsi pengadaan barang dan jasa.
Anugerah serupa yang berkaitan dengan kebijakan ketat antikorupsi juga diterima Pemerintah Provinsi Jawa Barat, beberapa tahun terakhir berupa penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Atas semua penghargaan dimaksud, Gubernur yang disapa Aher dalam beberapa kesempatan menegaskan bahwa berbagai program yang dilaksanakan bukan untuk memperoleh award.
"Kita semua, khususnya seluruh pegawai negeri sipil Pemerintah Provinsi, senantiasa bekerja untuk melayani masyarakat. Kalaupun memperoleh pengharhaan, alhamdulillah, kerja kita ada yang mengapresiasi. Ini semua untuk warga Jabar," katanya.[ito/inilah]
Jumat, Desember 13, 2013
Alhamdulillah, HTI Salurkan Suaranya Ke Partai Islam di Pemilu 2014
12/13/2013 07:25:00 AM
PKS Cibugel
“Pernyataan resmi HTI itu nanti dimaknai seperti apa? Itu semuanya tentu berpulang kepada masing-masing anggota. Mungkin ada yang memaknai oh ini PBB, PPP, mungkin ini PAN, PKS, itu adalah hak mereka,” tegas Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (2/6/2013).
Dia kembali menegaskan bahwa HTI tidak pernah sekalipun menyerukan kepada anggotanya untuk tidak memilih alias golput. Pasalnya, memilih suatu parpol adalah hak asasi setiap warganegara.
“Kami ingatkan bahwa silakan gunakan hak itu dengan sebaik-baiknya untuk memilih partai yang baik,” imbuhnya.
Hingga saat ini, lanjutnya, HTI juga belum memutuskan untuk ikut ambil bagian dalam pemilu di Indonesia. Langkah itu lanjut Yusanto, bukan berarti HTI anti berpolitik.
HTI kata dia, akan concern pada persoalan-persoalan yang menyangkut keumatan, seperti membentengi diri dari pengaruh negatif pornografi, pornoaksi, kebijakan pemerintah yang menindas umat, dan sebagainya.
Sebelumnya, hari ini, HTI menggelar Muktamar Khilafah di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Muktamar ini dihadiri sekira 100 ribu lebih anggota HTI dari tiga provinsi di Pulau Jawa. Muktamar Khilafah ini juga dilakukan di 31 kota di Indonesia sepanjang Mei-Juni 2013 mendatang.
“Acara ini tidak ada kaitannya dengan tahun politik, kami pastikan tidak ada hubungannya dengan itu, artinya tidak ada hubungannya dengan calon-calon atau partai-partai tertentu,” pungkasnya.
Hizbut Tahrir Indonesia dan PKS bersatu
12/13/2013 07:21:00 AM
PKS Cibugel

Bersatunya’ PKS dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) disambut baik kalangan ormas Islam. “Upaya membangun kebersamaan ummat, adalah modal penting perjuangan.”
”Hidayatullah.com--Komunike bersana dua organisasi Islam Indonesia, Partai Keadilan Sejahterah (PKS) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) disambut hangat beberapa ormas Islam. Pasalnya, selain berita itu sebagai kabar gembira atas semakin hangatnya semangat persaudaraan, berita itu juga sebagai awal dimulainya hubungan baru yang lebih harmonis dan menjauhkan perselisihan yang akan menimbulkan friksi antar kedua kelompok.
Sekretaris Jenderal Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Hussein Umar mengaku gembira mendengar kabar ‘bersatunya’ dua gerakan Islam yang cukup populer di indonesia ini. Menurut Hussein, upaya membangun kebersamaan ummat, adalah modal penting perjuangan. “Setiap upaya umat untuk membangun ukhuwah dan islakhul ummah merupakan saat modal penting dalam berjuang dan berdakwah, “ujarnya pada Hidayatullah.com. “Apalagi kita sedang menghadapi agenda besar negara-negara maju yang terus memecah belah ummat Islam di seluruh dunia dengan modal dan berbagai cara, amat mustahil bila kita justru sibuk berdebat wacana yang berakibat menimbulkan friksi.”
Senada dengan Hussein, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust. H. Abdurahman mengaku gembira mendengar kabar ‘bersatunya’ dua insitusi politik Islam di negeri ini. “Berita itu sangat bagus sekali dan kami sangat mendukungnya. Hidayatullah berharap, siapapun saja, yang punya komintmen menegakakan semangan Laa Ilaaha Illallah di negeri ini, memang harus segera menyatu dan menanggalkan berbedaan, “ ujarnya. Lebih lanjut, Abdurrahman berharap, semua elemen Islam harus terus menggalang kekuatan dan potensi dengan bersilaturahmi dengan memulai antar pemimpin kelompok. Sebab menurutnya, efek gerakan itu akan sangat luar biasa bila para pemimpin ormas dan intitusi itu telah menunjukkan I’tikad baik dengan duduk bersama dan berkomitkan untuk terus melanjutkan hubungan yang lebih harmonis.
“Kita harus terus mengadakan silaturahmi dan memulai duduk bersama, terutama dimulai dari para pemimpin institusi. Selasa (25/5), dua institusi gerakan Islam, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bertemu kantor PKS Jalan Mampang Prapatan No 98, Jakarta guna melakukan komunike bersama antar kedua organisasi. Dalam komunike bersama itu, PKS dan HTI sepaham untuk meningkatkan kualitas ukhuwah Islamiyah dengan berbagai kelompok umat. Selain itu, perbedaan-perbedaan yang selama ini sering terjadi di lapangan. Selanjutnya, Kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat persaudaraan Islam, dan kesepakatan bersama untuk menghindari diri dari arah perpecahan dan perselisihan kedua belah pihak. ”Komunike ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya untuk menghindari salah persepsi atau friksi di lapangan,” ujar Wakil Ketua Umum II PKS Almuzammil Yusuf seperti dikutip situs resmi PKS, http://pk-sejahtera.org.
”Dalam ushul fiqih ada kaidah Syaddu Daro’I yang berarti menahan diri untuk tidak menyampaikan sesuatu karena dikhawatirkan akan membawa kemudharatan yang lebih besar,” ujar Wakil Ketua Umum I PKS, Surahman Hidayat.
Hizbut Tahrir lahir pada tahun 1953 di Al Quds Palestina, dibidani Syaikh Taqiyuddin An Nabhani, seorang ulama dan mantan hakim di Mahkamah Syari’ah di Palestina. Hizbut Tahrir menetapkan diri sebagai gerakan yang concern pada perjuangan tegaknya kembali Khilafah Islamiyah. Hizbut Tahrir masuk ke Indonesia pada tahun 1980-an bersamaan dengan aktifis Tarbiyah yang kemudian mendirikan partai politik, Partai Keadilan (PK) di tahun 1999. Selain berkembang di Indonesia, Hizbut Tahrirjuga berkembang ke seluruh penjuru dunia. Misalnya, Afrika, Mesir, Libia, Sudan, Aljazair, Turki, Inggris, Perancis, Jerman, Austria, Belanda, dan negara-negara Eropa lainnya hingga ke AS. Termasuk Rusia, Uzbekistan, Tajikistan, Kirgistan, Pakistan, Malaysia,dan Australia.
Sebagaimana diketahui, HTI dan Tarbiyah merupakan dua institusi dakwah yang lahir dan tumbuh dari kampus. Kesamaan visi dan pandangan yang sesungguhnya sama sering mengalami benturan-benturan kecil di lapisan bawah hanya karena masalah komunikasi dan perbedaan-perbedaan sudut pandang yang tidak terlalu penting. Tarbiyah yang semula berdakwah di kampus kemudian memilih jalan demokrasi dan melahirkan partai politik Partai Keadilan (PK) di tahun 1999. Sementara HTI memilih berjuang di luar parlemen dengan menganggap partai politik dan demokrasi adalah sesuatu yang masih subhat (meragukan). Perbedaan kecil inilah yang kemudian banyak menjadi pemicu friksi kedua kadernya di bawah. “Tugas umat Islam ke depan sangat berat. Kita menghadapi tekanan di sana-sini, termasuk tekanan dari AS, masa dengan visi yang sama, pondasi yang sama, ladang dakwah yang juga sama bahkan menghadapi musuh yang sama pula, kok menjaga ukhuwah dan kerukunan antar saudara seiman saja gak bisa, ya tidak mungkin lah, “ ujar Jubir HTI, Ismail Yusanto pada Hidayatullah.com.
Kamis, Desember 12, 2013
PKS: Ini Peringatan Serius Buat KPK
12/12/2013 02:15:00 PM
PKS Cibugel
"KPK sekarang sudah menjadi 'dewa hukum' baru. Namanya dewa ya putusannya harus diterima, tidak boleh dikritik, atas nama penghormatan terhadap proses hukum," katanya di sela-sela Kongres Kebangsaan Forum Pemimpin Redaksi di Jakarta, Selasa (10/12). Pernyataan itu muncul saat diminta mengomentari vonis yang dijatuhkan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi kepada mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq (LHI).
Mahfudz juga mengklaim dirinya menangkap ada berbagai reaksi dan tanggapan dari publik atas vonis tersebut, khususnya di jejaring media sosial. Termasuk sikap membanding-bandingkan berat hukuman yang dijatuhkan untuk masing-masing kasus korupsi.
Hal ini dinilai Mahfudz menjadi indikasi adanya sikap masyarakat yang menganggap terdapat kejanggaln terhadap vonis itu. "Yang jelas, begitu masyarakat sudah menilai ada kejanggalan, ini menjadi peringatan serius bagi KPK," ujarnya.
Dijelaskannya, ada kebingungan masyarakat terkait adanya terdakwa lain yang kasus korupsinya yang angkanya lebih besar tapi vonisnya hanya empat atau tujuh tahun. "Sementara kasus LHI yg dakwaannya Rp1 miliar dan itu pun belum diterima, dan ada fakta persidangan Fathonah akan menyerahkannya kepada orang lain tetapi diabaikan itu malah vonisnya 16 tahun," ujarnya.
Reaksi dan tanggapan tersebut, kata Mahfudz, menjadi peringatan kepada KPK bahwa dalam pengambilan keputusan jangan sampai diwarnai dimensi dan nuansa lain. "Termasuk nuansa politik dan sebagainya," ujarnya.
Selasa, Desember 10, 2013
"Anak Cerdas Insan Mulia", Rumah Belajar PKS di Kawasan Padat Penduduk Pengadegan
12/10/2013 03:37:00 PM
PKS Cibugel
Rumah Belajar ini berlokasi di rumah salah satu kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tinggal di daerah tersebut. Untuk menuju tempat lokasi, kita harus melewati beberapa gang sempit yang hanya bisa dilewati sepeda motor saja.
Pengajarnya dari para kader dari PKS yang memang mereka berprofesi sebagai guru di SMA atau SMP, koordinator rumah belajar "Anak Cerdas Insan Mulia" saat ini adalah Bintoro. Oleh karenanya masyarakat sekitar sering menyebutnya dengan nama "Rumah Belajar PKS".
Para pengajar memberikan modul khusus untuk anak-anak yang belajar di rumah belajar tersebut. Aktivitas belajar mengajar PKS ini dilaksanakan pada hari minggu, dari siang sampai sore hari.
Mereka yang bergabung dalam rumah belajar ini, berasal dari keluarga yang memang tidak mampu untuk ikut bergabung dengan bimbel-bimbel ternama karena masalah biaya. Selain itu, ada juga yang karena alasan jarak rumah belajar PKS lebih dekat dibanding dengan bimbel di luar.
Ketua Dewan Pengurus Ranting (DPRa) PKS Pengadegan, Ainul Yaqin mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat membantu anak-anak yang kurang mampu dalam mempersiapkan diri menempuh ujian nasional.
"Alhamdulillah, Rumah Belajar ini sudah berhasil membantu beberapa adik-adik untuk lulus di Ujian Nasional maupun ujian semester. Para orang tua yang menitipkan anak-anaknya di Rumah Belajar PKS, Alhamdulillah merasa puas dan pesertanya pun kini terus bertambah," ungkapnya.
Di rumah belajar tersebut para peserta didik tidak perlu mengeluarkan kocek yang mahal, "program sosial Rumah Belajar ini di desain dengan biaya sangat-sangat murah, hanya memberi infak sukarela sesuai kemampuannya," ungkap pungkas Ainul Yaqin.
Berikut foto kegiatan belajar-mengajar rumah belajar
“Anak Cerdas Insan Mulia”:
PKS Banten Raih Penghargaan Parpol Paling Transparan di KIP Award
12/10/2013 03:35:00 PM
PKS Cibugel
Penghargaan ini diserahkan kepada Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Banten, Irfan Maulidi yang pada kesempatan tersebut diwakilkan oleh Ketua Bidang (Kabid) Humas DPW PKS Banten, Siti Saidah Silalahi.
"Penghargaan ini diberikan karena PKS dianggap menjadi partai yang paling transparan di Banten, dengan penilaian paling utama kehumasannya, keterbukaan informasi publik," tutur Saidah.
Wakil Ketua KIP Banten, Toni Anwar Mahmud menjelaskan bahwa selain memberikan penghargaan terhadap Partai Politik tersiap dalam menjalankan UU No.14 Th.2008, KIP Award ini juga memberikan penghargaan terhadap SKPD dan Pemerintah Kabupaten/Kota terpatuh dalam menjalankan UU No.14 Th.2008.
Abdullah Hehamahua: “Kalau PKS dan PBB lakukan Perubahan, Mereka bisa Mewakili Aspirasi Masyumi”
12/10/2013 12:57:00 PM
PKS Cibugel
DI usianya yang ke-63 tahun, ingatan Abdullah Hehamahua tentang partai Islam Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) dan tokoh-tokohnya, masih sangat tajam. Pada Januari 2014 nanti, Ia mengaku berencanakan kembali lagi aktif secara penuh di Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) di bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang).
Ketika ditanya, apakah keaktifannya ini ingin mengawal negeri ini saat Pemilu? Ia menjawab sederhana, “Tidak ada urusannya dengan politik. Sejak tahun 1981 di DDII, saya sudah terlibat di Litbang,” tuturnya.
Mantan Pembina Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu saat ini sedang mempersiapkan peluncuran buku hasil disertasinya yang berjudul, ”Kajian Integritas dan Profesionalisme dalam Manajemen SDM di KPK”, Jakarta.
Inilah wawancara hidayatullah.com dengan Mantan Ketua Umum Partai Politik Islam Masyumi pada Pemilu 1999 yang lalu, usai menjadi pembicara Seminar “Refleksi Spirit Perjuangan Partai Masjumi di Indonesia” yang diselenggarakan di Aula Masjid Al-Furqan DD, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2013).
Apa yang Anda menonjol dari sikap politik tokoh-tokoh Masyumi?
Tahun 1955 Masyumi mendapat 57 kursi bersama dengan TNI. Masyumi memenangkan 10 dari 15 daerah pemilihan. Saya tanya pada Pak Boerhanuddin Harahap sebagai Perdana Menteri saat itu. Kenapa Pak Boer menyerahkan mandat? Sebagai partai pemenang, Masyumi seharusnya bisa menggunakannya. Pak Boer mengatakan “Masyumi adalah partai Islam. Saya diberi mandat untuk melaksanakan Pemilu. Setelah selesai, saya kembalikan.”
Pada waktu sidang konstituante, Pak Natsir menyampaikan konsep Negara Islam dan kemudian dikritik oleh IJ. Kasimo, Pimpinan Partai Katolik Indonesia. Mereka berdebat keras di dalam sidang. Tapi di luar sidang, mereka terlihat minum teh bersama di Cafe. Bahkan kemudian ketika pulang, mereka berboncengan sepeda.
Partai mana di Indonesia yang lebih mirip dengan Masyumi?
Sebenarnya kalau PKS dan PBB melakukan perubahan tertentu, mereka bisa mewakili aspirasi Masyumi. Perubahan itu misalnya, PKS harus merubah ekslusifitasnya. Tidak menganggap hanya mereka yang benar sedangkan yang lain tidak benar. PBB bisa seperti Masyumi jika memilih pimpinannya secara musyarawarah dari anggotanya. Atau, jika PPP memperbaiki pimpinannya yang tidak berasal dari orang-orang sekuler. Tapi dari semua partai, yang paling dekat-mengusung aspirasi Masyumi- adalah PKS.
Se-ekslusif apa PKS ? Karena saya melihat mereka membaur di masyarakat dan tidak ekslusif.
Ekslusif itu misalnya, pendapat orang-orang seperti saya yang tidak berbai’at pada imam atau amir mereka, tidak didengar. Kalau sebagai peserta di PK, itu mungkin-tidak ekslusif-. Tapi untuk ikut sama-sama menentukan, tidak bisa kalau tidak berbai’at.
Sementara kalau PBB ada yang materalistis, terlibat KKN. Untuk menentukan mana yang sesuai dengan pemikiran Masyumi, Dewan Da’wah mengadakan konggres. Nanti diputuskan mana partai yang syar’i, apakah PBB, PPP atau PKS. Jadi, itu keputusan bersama.
Pada saat aktif di DD. Apakah aspirasi Bapak didengar?
Coba Anda lihat! Saya mengenal Pak Natsir, Pak Sjafruddin, Pak Boerhanuddin Harahap, dari buku- buku mereka. Kemudian ketika jadi mahasiswa di Makassar, saya ditangkap karena peristiwa Malari. Dipenjara selama dua tahun. Didalam penjara saya membaca juga buku-buku Buya Hamka. Melalui buku-buku itulah mereka menjadi guru-guru saya. Saya sudah merasa menjadi murid mereka.
Ketika pindah ke Jakarta, saya menjadi Sekjen HMI(Himpunan Mahasiswa Islam) dan kemudian ketika menghadiri konggres, tanpa saya tahu, saya terpilih menjadi Ketua Umum HMI. Orang-orang seperti Pak Natsir kemudian memilih dan meminta saya untuk aktif di Dewan Da’wah (DD). Anda bisa bayangkan jarak saya dengan Pak Natsir adalah 40 tahun. Beliau sudah 70 tahun lebih. Jadi, setiap Jum’at apa yang dilaporkan dan diputuskan akan dilaksanakan. Bagi saya itu luar biasa. Beda umur tapi pendapat saya didengar dan kemudian dieksekusi. Hanya karena kesamaan ideologi dan pemahaman. [baca juga:Abdullah Hehamahua: M Natsir Sosok yang Konsisten ]
Saat itu Soekarno mau memaksakan Demokrasi Terpimpin, sentralisasi dengan menetapkan Ia sebagai Presiden seumur hidup. Kemudian Masyumi bereaksi dengan meminta otonomisasi daerah bersama beberapa kelompok termasuk dengan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).
Saat itu PKI berkuasa sekali dan berhasil menghasut Soekarno bahwa Masyumi terlibat PRRI sehingga harus dibubarkan. Sehingga ada Kepres No. 26/ 1960 yang menyatakan Masyumi harus memilih salah satu dari dua pilihan. Masyumi harus membubarkan diri atau dibubarkan. Akhirnya pimpinan Masyumi berpikir jika dibubarkan, segala harta dan aset dianggap barang terlarang dan disita oleh negara. Karena itu maka kita nyatakan diri Masyumi uzur kemudian mengambil posisi membubarkan diri.
Masyarakat sudah lebih cerdas melihat peta politik. Lalu, kenapa partai yang bagus ini, tidak bisa berkembang?
Karena hedonisme. Semua berpikir harus duit. Orang-orang Masyumi itu kaya ide dan konsep. Tapi mereka tidak mau curang. Tidak mau money politic. Dan orang-orang Masyumi itu orang-orang yang ikut Petisi 50. Sehingga kegiatan usahanya dihajar oleh Orde Baru. Intinya, orang-orang Masyumi adalah orang yang tidak punya uang. Kalau teman-teman menyogok, mungkin bisa lolos. Tapi saya bilang sama teman-teman, jangan sampai keluar uang. Kalau mereka ingin menghancurkan Masyumi, ya sudah.
Apa yang perlu diperhatikan dalam memilih wakil rakyat?
Track record seorang caleg harus dilacak. Sekolah di mana, kerja dimana, bagaimana prestasinya, keluarganya dan orang tuanya. Bisa saja kita memilih dari caleg partai yang berbeda untuk DPRD tingkat 1 , Provinsi, serta untuk pusat. Tidak apa-apa seperti itu karena Anda kenal orangnya. Setelah terpilih, jangan lepaskan mereka dari pengawasan kita. Kesalahan yang terjadi, setelah memilih, masyarakat lepas. Seharusnya setelah terpilih, mereka tetap dikawal.*
sumber: http://www.hidayatullah.com/read/2013/12/02/7590/%E2%80%9Ckalau-pks-dan-pbb-lakukan-perubahan-mereka-bisa-mewakili-aspirasi-masyumi%E2%80%9D
Senin, Desember 09, 2013
Inilah Tiga Besar Hasil Pemira PKS
12/09/2013 11:33:00 AM
PKS Cibugel
“Hasil sementara pantauan di sejumlah DPW PKS di 33 provinsi, tiga besar kandidat capres yang diusung masing-masing daerah yakni Hidayat Nurwahid, Ahmad Heryawan, dan Anis Matta,” kata Sekretaris Jenderal DPP PKS Taufik Ridlo, Sabtu (7/12) malam, seperti dikutip Tajuk.co.
Lebih lanjut Taufik Ridho, yang juga Ketua Lembaga Penyiapan dan Penokohan Kader (LPPK) DPP PKS menerangkan, kepastiannya tentang nama-nama yang bakal dicapreskan dari PKS akan diumumkan beberapa hari mendatang.
“Namun hasil sementara ini, ada tiga besar nama yang sudah muncul yang seperti beredar sekarang ini di media," kata Taufik Ridlo.
Uji Publik
Sementara itu Presiden PKS Anis Matta mengatakan, kandidat calon presiden hasil Pemira PKS akan diuji publik sebelum diputuskan untuk diusung dalam Pilpres 2014. Sebelumnya nama-nama yang capres yang muncul akan diproses di Majelis Syuro.
“Setelah itu dilakukan uji publik,” jelas Anis.
Anis mengemukakan, Pemira adalah cara PKS mengembangkan sistem demokrasi di internal. Pemira dilakukan dengan transparan dan melibatkan banyak kader.
Pemira, lanjutnya, berbeda dengan konvensi. Di Pemira tidak ada pertarungan antarkandidat.
“Di PKS tidak ada tradisi bertengkar karena rebutan jabatan,” terangnya. [Tajuk/Bersamadakwah]
3 Nama Capres Mencuat dalam Pemira PKS, Siapa Saja?
12/09/2013 07:28:00 AM
PKS Cibugel
Oleh Rizki Gunawan
"Dalam beberapa hari ke depan hasil Pemira akan segera diumumkan. Setelah diproses di Dewan Syuro, nanti dilakukan uji publik," kata Presiden PKS Anis Matta di Kota Tangerang Selatan, Sabtu (7/12/2013) malam.
PKS Adalah Jamaah Kontribusi Bukan Wacana
12/09/2013 07:22:00 AM
PKS Cibugel
"Tolak ukur berjamaah yang harus diperhatikan adalah assam'u wattho'a, bagaimana kita menerima tugas-tugas dalam jamaah ini. Kita berjamaah ini bukan jamaah wacana, bukan jamaah seminar dan bukan pula jamaah yang cukup membuat wacana horizontal dan sebagainya akan tetapi kita adalah jamaah kontribusi," ujarnya dihadapan puluhan kader PKS yang hadir di kediaman Ketua DPC PKS Nongsa, Ridha Siddiq di Komplek Citramas, Nongsa.
Dia mengatakan para kader PKS harus memastikan dari berbagai kegiatan dakwah yang dilaksanakan masing-masing kader harus memiliki kontribusi.
"Terkadang kita mengemban tugas yang berlawanan dengan keinginan kita," katanya.
Menurut Bakhtiar, tolak ukur keberhasilan kontribusi seorang kader PKS adalah ketika dia bisa menjalankan tugas dengan benar sementara tugas tersebut tidak dia inginkan.
"Pada saat mendirikan partai ini di tahun 1998, mayoritas ikhwah dari Sabang sampai Merauke menyetujuinya. Dan, latar belakang kita mendirikan partai ini adalah karena kita melihat momentum. Kita tidak tahu momentum itu akan terulang kembali atau tidak. Ketika kita melihat momentumnya ada, maka kita ambil," jelasnya.
Namun, lanjut Bakhtiar ada sebagian kecil diantara ikhwah pada saat itu yang tidak menyetujui jamaah ini menjadi sebuah partai.
"Termasuk diantaranya Pak Hidayat Nur Wahid, Nurmahmudi Ismail dan Anis Matta. Namun orang-orang yang tidak setuju ini dapat menerima keputusan jamaah. Ketika diberikan amanah mereka mampu menyelesaikannya dengan baik," katanya.
Sebagai seorang kader PKS, ketika sebuah keputusan sudah disepakati, maka pendapat pribadi harus dilepaskan, meskipun di kemudian hari ternyata pendapatnya benar.
"Orang-orang yang tidak setuju untuk mendirikan partai seperti Pak Hidayat Nur Wahid, Nur Mahmudi Ismail dan Anis Matta ketika mereka diberikan amanah yang meskipun bertentangan dengan pendapat pribadi mereka, mereka mampu menjalaninya dengan baik," ungkapnya.[dm]
Jumat, Desember 06, 2013
HNW: AKAN LEBIH BIJAK JIKA BOEDIONO PENUHI PANGGILAN TIMWAS CENTURY
12/06/2013 06:58:00 PM
PKS Cibugel
Lutfhi Dizhalimi, Adrenalin Kader PKS Semakin Tinggi
12/06/2013 02:17:00 PM
PKS Cibugel
"Ini bagian dari perjalanan hidup yang harus saya hadapi dan resiko dari seorang Presiden PKS. Anda bisa dengar sendiri siapa saja politisi yang mengomentari saya. Itu menggambarkan kasus saya tidak berdiri sendiri. Sebagai sebuah risiko sebagai pimpinan partai yang harus saya jalani dan hadapi," kata Luthfi seusai membacakan pledoi.
Menurutnya, sejumlah politisi dari partai politik lain yang berkomentar terkait kasus yang menjeratnya yakni dugaan suap kuota impor daging sapi secara jelas mengambarkan masalah apa yang dihadapinya saat ini. Sehingga JPU dari KPK menuntutnya dengan hukuman total 18 tahun penjara.
"Saya hanya ingin katakan, banyak komentar dari para eksekutif dan politisi lain itu menggambarkan apa yang ada di balik permasalahan ini. Sebagai ketua partai saya harus siap menghadapi beragam resiko dari kompetisi politik di negeri ini," ujarnya.
Luthfi pun mengaku sempat mendengar dari para analis yang mengatakan masalah korupsi yang dihadapinya merupakan pertarungan jelang Pemilu 2014. Namun, ia enggan memastikan hal itu. Baginya, masalah yang ia hadapi justru memicu semangat dirinya dan kader PKS untuk meraih kemenangan di Pemilu 2014.
"Sesungguhnya politisasi dan komentar-komentar mereka dan para ahli survei tidak menciutkan kader-kader partai. Justru itu pemicu untuk bangkitkan adrenalin PKS untuk memenangkan 2014. Kader partai sedang sibuk kerja di lapangan. Biarkan saya diperlakukan seperti ini, yang penting kader-kader PKS harus tenang. Jadi kemenangan bisa 3 besar. Tidak harus nomor 3, nomor 2 pun boleh, nomor 1 pun tidak apa-apa," pungkasnya.
Seperti diketahui, Jaksa Penuntut Umum menuntut Luthfi dengan total hukuman 18 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar subsider 1 tahun 10 bulan kurungan. JPU menilai mantan anggota DPR tersebut bersama rekannya, Ahmad Fathanah, terbukti menerima suap Rp1,3 miliar dari Dirut PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman, terkait urusan penambahan kuota impor daging sapi.
KPI Menegur 6 Televisi Yang Dinilai Tidak Proporsional Dalam Penyiaran Politik
12/06/2013 02:14:00 PM
PKS Cibugel
OJO DUMEH
Puluhan Ribu Bangsawan Inggris Masuk Islam
12/06/2013 01:04:00 PM
PKS Cibugel
Pengangkatan mualaf Charles ‘Abd al Mateen‘ John Pelham sebagai Sheriff Agung untuk Lincolnshire, baru-baru ini, bukan saja menunjukkan umat Islam mulai diakui di level kerajaan Inggris. Lebih dari itu, keputusan Ratu Elizabeth II yang mulai berlaku tahun depan itu juga menguak fakta semakin banyaknya bangsawan Inggris yang masuk Islam.
Menurut Surat Kabar Business Standard, Inggris memiliki hampir 2,7 juta Muslim dan menurut sebuah penelitian, sejumlah pemilik tanah negara diketahui merupakan para mualaf.
Penelitian tahun 2004 oleh Sunday Times yang dikutip Rol, Senin (2/12), menemukan bahwa 14 ribu warga Inggris kulit putih dari kalangan elit telah mendapatkan hidayah dan memeluk Islam.
Secara umum,jumlah mualaf di Inggris terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2008 terdapat 1,65 juta muslim atau sekitar 2,7 persen dari total populasi negara monarki konstitusi tersebut. Kemudian di tahun 2010, sebanyak 2,8 juta muslim tinggal di Inggris dengan presentase sebesar 4,6 persen dari total penduduk.
Meningkatnya jumlah muslim di Inggris sempat membuat The Daily Mail menurunkan laporan berjudul “Mekkah di Tengah Kota London.” Dalam laporan pada Februari 2012 itu ditunjukkan foto umat Islam yang memenuhi sejumlah jalan raya di London untuk menunaikan shalat Jum’at, di mana jumlah mereka sudah tidak dapat ditampung oleh masjid yang ada. [IK/Rol/bersamadakwah]













